About Macabre (part 2)

Kesan Ketiga, yaitu scene yang menurut gw keren.
Rumah Dara kan dibikin orang Indonesia. Tapi herannya, film-nya malah dilarang di negara sendiri karena terlalu sadis. Jadi, film ini banyak adegan yang disensor di beberapa negara. Lah daripada nonton film naik elang dan binatang yang berbicara, mending gw nonton yang real.

Menurut Wikipedia, inilah sebabnya:

http://i48.tinypic.com/2r2ofwz.jpg - klik )

( Translate: "Banyak perbedaan film Rumah Dara versi Indonesia, versi Singapura dan DVD-nya. Di versi Indonesia sudah di edit, adegan kepala copot dan kepala yang jatuh lalu berguling telah dihapus. Adegan yang dilarang di Indonesia diperbolehkan di Singapura, namun, beberapa adegan seperti adanya kontak nyata antara pisau,gergaji dsb dengan daging manusia telah dihapus dan beberapa adegan penting ditambahkan sebagai gantinya." )

Nah, untungnya ada Adi yang baik hati(aseeek). Dia mendownload Rumah Dara yang versi luar negeri. Jadi, gw masih bisa melihat pemenggalan kepala, kepala copot yang berguling, dan mutilasi. Gw akan bicara serius sama Adi agar dia menjadi engko-engko Glodok penjual DVD bajakan.

Scene yang paling memorable buat gw, disaat kejar-kejaran di hutan. Itu tegang abis. Lalu,
Adjie vs Adam di ruangan mayat bayi, apalagi pas Adam ngangkat Adjie ke meja.
Saat keluarga Dara membunuh anggota kepolisian padahal lampunya udah dimatiin sama Adam.
Ada lagi, pas Astryd masuk ke ruangan atas, Dan tiba-tiba tangannya ketusuk pisau menembus pintu sama si Adam. Ngenes abis.
Pas Adjie dan Ladya kerjasama mutilasi kepala si Adam. Berhubung gw nonton yang full movie, di adegan ini diperlihatkan bener2 benda tajam serta kontak ke leher Adam, dan memotong lehernya sampai kepalanya copot.

Scene yang menurut gw gak pantes ada, yakni pas adegan cihuy Armand - Ladya. Itu adegan bego abis. Cuma, yang gw bisa anggep keren dari adegan cihuy Armand - Ladya, yaitu pas Armand mau nge-kiss Ladya, si Ladya gigit lidah Armand sampai putus, dan pas Ladya buang lidah-nya sambil geleng-geleng kepala, efek darahnya keliatan, darah muncrat dari mulut Ladya, dan mengenai pinggir bibir dan pipi... keren oy!

Tagline si Armand jelas-jelas 'Break you apart', jelas-jelas kerjaan si Armand tuh mutilasi orang. Lah ini mencihuy.. --"
Kalo Maya - Alam atau Maya - Eko mah mending, toh tagline buat si Maya kan 'Seductress'. Tugasnya nge-tease victims yang cowo.

Keempat, victims yang paling gw suka adalah Jimmy. Ya, memang dia nggak berperan membunuh sama sekali. Cuma, yang sudah gw bilang di part 1, dia totally acting banget.
Victims yang gw kurang suka, ya Ladya. karena terkesan victims lainnya kurang nampol perannya.. cuma si Ladya doang yang sangar.

Victims yang lumayan, menurut gw Adjie - Astryd. Peran mereka menambahkan kesan manis buat film ini. Ario Bayu memainkan peran sebagai suami, seorang bapak dan kakak secara bagus. Sigi Wimala, terkesan baik hati dan lemah lembut .... Sayangnya, peran mereka berdua kurang banyak.

Sedangkan untuk psychopath-nya, gw suka banget sama peran Adam dan Maya. 
Buat Arifin Putra, peran doi udah serem, cuma kurang perhatian tentang keluarga, selama gw nonton, gw nggak pernah liat dia berinteraksi ke ibunya bagaikan sepasang ibu dan anak. Dan salah satu scene dimana Maya kesakitan karna ditembak polisi, Adam cuma berdiri di belakang ibunya yang duduk sebelah Maya.

Untuk Imelda Therine, peran dia jadi cewek anggun ternyata gahar juga keren. Ada adegan saat Maya ngelukain fisik Alam pakai pisau, setelah itu, gw speechless. Pokoknya, gw suka banget sama perannya dia.
Kalo buat Dara, hmm.. kurang sadis men. Menurut gw, Dara lebih nampol di Takut: Faces Of Fear. Karena, di Rumah Dara kerjaan dia cuma membunuh orang, bukan memutilasi orang, padahal tokoh utama psychopath-nya kan ya si Dara. 

Nah, psychopath yang paling gw benci siapa lagi kalo bukan Armand. Padahal, tampang Armand ini sebenarnya baik. Cuma, sudah gw jelasin di kesan ketiga.
Dan gw dapet info, ternyata yang main di "Dara" ada Mike Muliadro(Alam), Dendy Subangil(Eko), dan si Rully Lubis(Armand) ini. Gila, kesan mereka beda banget di segmen Dara. Rully Lubis, benar-benar nggak kelihatan kalau dia bakal main peran sebagai psychopath.
Gak percaya? Silahkan cari di Youtube dengan keyword: takut faces of fear part 7, lalu setelah nonton part 7, silahkan lanjutkan part 8 dan part 9. Lalu setelah menonton segmen Dara, silahkan nonton Rumah Dara. Cari di Youtube dengan keyword: rumah dara part 1, lalu silahkan nonton part berikutnya sampai habis. Happy watching slasher!

Btw, Gw bersyukur banget kemarin malam, karena gw bisa tidur nyenyak tanpa mimpi yang seram-seram. Dan gak ada yang tau, doa gw sebelum tidur kemarin kayak gini:

"Ya Tuhaaan, semoga saya bisa tidur yang nyenyak, nggak mimpi aneh-aneh kayak kemaren, plis ya Tuhan, saya takut kayak di Insidious..."

Hening.

Overall, menurut gw film ini bagus banget buat kualitas film Indonesia. Walaupun menurut gw masih ada kekurangan sedikit, tapi niat gw selanjutnya: nonton Rumah Dara with sound( yang berarti ini bukan post terakhir tentang Rumah Dara ). Heehee :)

Btw lagi, Prok-prok dulu untuk The Mo Brothers.

Selesai gw nonton filmnya, gw mikir, kenapa cewek-ceweknya semua super woman?
Gw berharap banget ada Rumah Dara 2 nantinya, mengikutsertakan super woman dan super man.

Sekian kali ini. Cheers folks :)

Comments

Popular posts from this blog

Efek Rumah Dara

Hell of a Joyride