Efek Rumah Dara

Hi there! Good night :) - Now update with some picture!


Post ini menembus post ke-10 di bulan April. Makin keliatan jomblo deh gw banyak nge-post. Post berikut ini agak panjang. Jadi yang nggak sabaran, silahkan tutup tab ini dan buka killerjo saja. Ok?

Ok, to the point aja. Post ini berceritakan Efek Rumah Dara. (No. I'm not mean that similiar as a band: Efek Rumah Kaca.) Bisa dibedain, Efek Rumah Kaca topiknya tentang musik. Sementara post gw kali ini topiknya film. Perbedaan yang jauh.

Sssh, I am a spookish who loves thriller movies! Intinya, gw selalu penasaran pada suatu film. Dan apabila gw terlalu meresapi film itu, gw justru kepikiran terus dan kebawa mimpi. Kalo film horror/thriller, malah jadi gak bisa tidur. Dan, post ini kejadian persis kemarin. Tentunya gw still memorized. Aw.

     Well, ada yang pernah nonton film Rumah Dara(Macabre)? Jujur, gw penasaran sama itu film. Udah dapet penghargaan, dan dari poster film-nya sendiri, menurut gw: tatapan Shareefa Daanish yang bikin gw penasaran. Karena tatapan yang 'tajam' itu, yang menarik perhatian gw: 'Film-nya seseram apa sih?'

( Rumah Dara )
     Karena akhir-akhir ini (entah kenapa) gw lagi suka ngubek-ngubek Wikipedia dan kebetulan lagi suka merhatiin Junior Liem, gw lihat dia main film: Kamulah Satu-satunya dan Takut: Faces Of Fear segmen Titisan Naya. Film yang Kamulah Satu-satunya gw udah pernah nonton, act Junior disono bagus. Dan gw jadi penasaran banget sama act Junior di Titisan Naya. Apakah dia menjadi supporting actor-nya, atau menjadi setannya. (piss Junior.)

     Perjuangan gw nggak sia-sia. Gw nyari di Google dan Youtube dengan keyword: 'Junior Liem Titisan Naya' dan gw dapet video-nya! Cihuy! 

     Gw buffer video-nya. Gw tinggal sebentar buat ngambil minum dan sebagainya, Lalu gw kecilin speaker, play video, loncat ke kasur kemudian nonton video tersebut sambil meluk bantal. Gw sempet berfikir: 'Cupu amat sih gw? Masa iya takut nonton film yang nggak ada setannya di siang hari gini?'

     Abis gw nonton, menurut gw biasa aja. Karena Junior cuma muncul sebagai peran yang biasa aja, nggak ada greget-nya. Gw pun men-review lagi tentang film T:FOF itu di Wikipedia. Dan satu yang gw tahu sekarang: Ternyata kalo di Wikipedia itu, kalo kita men-review film yang udah lama tanggal rilisnya(misalnya 3 atau 4 tahun setelah tanggal rilis, dan yang pasti DVD Original film tersebut udah dirilis lama.) kita bisa liat alur ceritanya secara lengkap. Mulai dari openingnya gimana, konflik, klimaks, dan sampai pada endingnya.

     Di film T:FOF itu terdiri dari 6 cerita. Di cerita ke-6, terdapat segmen 'Dara'. Gw udah tahu kalo itu segmen inti dari film Rumah Dara. Tapi gw googling, dan gw menemukan pendapat orang tentang segmen Dara ini. Rata-rata orang memberi rate 5/5 untuk segmen ini. Dan mereka juga bilang kalo segmen ini ending yang pas untuk film ini. Btw, di segmen 'Dara', psychopath-nya cuma dia sendiri.

( Shareefa Daanish di segmen 'Dara' )
     Gw memberanikan diri untuk men-buffer segmen Dara. Setelah ngumpulin jiwa yang berceceran setengah efek dari Titisan Naya, gw men-play video itu. Film dibuka pada scene Dara(Shareefa Daanish), seorang wanita anggun yang misterius, yang memiliki restoran mewah nan sukses, ternyata adalah seorang psychopath ganas yang bertolak belakang sama penampilan-nya. Dara sering mengundang laki-laki untuk makan malam di rumahnya, dan semua laki-laki yang pernah dia undang tersebut, mati secara.. ehm, kepala copot.

     Di pertengahan film, Dara kedatangan 2 tamu laki-laki yang sebenarnya udah diatur Dara kedatangannya, Seharusnya, setiap malam hanya ada 1 laki-laki yang datang ke rumahnya saat itu. Dan di ruangan lain, terdapat Adjie(Mike Muliadro) yang tangan-nya terikat dan siap menjadi korban berikutnya. Ia mencoba membebaskan diri, namun akhirnya terbunuh secara mengenaskan oleh Dara didalam mobilnya. Ya, kalo kalian menebak Adjie terbunuh dengan kepala copot, kalian berhak mendapat 1 Toyota nYaris.

     Ending segmen film ini, memperlihatkan dimana Dara sedang mengambil stok daging untuk restorannya yang ternyata itu daging manusia(terdapat 2 'kepala copot' dari Adjie dan salah satu laki-laki yang dibunuh Dara di malam sebelumnya.) Kemudian Dara senyum simpul menghadap kamera, sesudah ia melihat betapa ramai dan antusias dari pengunjung restoran-. Karena 2 segmen tadi, malamnya gw mimpi buruk dan nggak bisa tidur.

Ehm, sebenarnya gw nonton segmen ini karena gw udah penasaran sama film Rumah Dara. Cuma ya tadi itu, gw nggak berani nonton. Apalagi psychopath-nya bukan cuma Dara sendirian, tapi juga ada ketiga anak Dara yang juga psychopath gila (Adam - Arifin Putra, Maya - Imelda Therine, Armand - Rully Lubis), dan di film Rumah Dara pun katanya banyak kepala copot. Bisa-bisa mati lemas gw nonton film ini.

( L to R: Adam, Maya & Armand. )
( Adam. Gw gak tau itu kenapa, yang pasti:
Gw berhasil melaksanakan mimpi kacrut karena lihat foto ini. )
     Jadi, gw yang sudah tertidur pulas tiba-tiba bangun di jam 2 subuh karena mimpi: Gw bisa nyetir mobil sendiri, di mobil itu perasaan gw senang banget, karena akhirnya gw bisa nyetir mobil dan pergi sendirian ke Puncak. Namun, pas gw berhenti di salah satu rumah yang agak jauh dari populasi manusia, keluarlah Dara beserta 3 anaknya dari mobil itu. Gw pun dikejar-kejar Dara dan 3 anaknya - gw terancam di mutilasi. Gw pun lari. Sayangnya, gw ketangkap Dara. Untungnya, sebelum dia memotong kepala gw, gw berhasil bangun dari mimpi kacrut itu. 

     Hal ini makin membuat gw ketakutan. Gw takut apabila gw melanjutkan tidur horror tersebut, mimpi bakal terlanjut dan adegan selanjutnya: kepala gw copot. Aaaargh!!!

( L to R: Ladya, Adjie, Astryd, Alam, Jimmy, Eko.
I might be one of them - as a victim. )
     Hasil dari mimpi tersebut: setiap gw mejamkan mata, gw selalu teringat Dara. Gw mau tidur, gak bisa. Gw coba mikirin Junior Liem, gw malah terpikirkan bahwa Junior kepala-nya copot gara-gara di mutilasi Dara. Haish, Damn you Dara!

Gw pun berdoa dan akhirnya, bisa tidur juga. Terima kasih, ya Tuhan. =D

     Kampret lo Dara! Huhuhu. Padahal gw suka sama Shareefa Daanish semenjak gw liat dia di sitkom OB pas gw kelas 3 dulu. Abisnya, dia imut gimana gitu. Dan kalo gak salah, pas di sitkom OB dia pake baju warna hijau. Bener nggak ka Shar? Tee-Hee ;) - Tapi semenjak gw liat segmen Dara, bener2 kayak 2 orang yang berbeda antara Daanish dan Dara. Wew! 

Gw mendapat pelajaran baru semenjak itu: Gw gak mau buka tentang horror/thriller pada saat malam hari. Ini efek gara-gara sebelum gw tidur dan mimpi kacrut itu, gw buka tentang Rumah Dara. Dan sekarang, gw masih kaget kalo ngeliat nyokap gw lagi bengong. Dan tentu, gara-gara Dara kacrut.

Sampe sekarang, gw tetep penasaran sama Rumah Dara. Well, karena gw udah tau ending dari film tersebut(yang gak akan gw kasihtau disini), gw berharap ada Rumah Dara 2. Biar kalo gw udah dewasa suatu saat nanti, dan nggak penakut kayak sekarang, gw berani nonton Rumah Dara 1 dan Rumah Dara 2 secara beruntun. Heehee.

KACRUTNYA LAGI, gw baru inget sesuatu barusan: KENAPA GW NGE-POST TENTANG DARA MALEM-MALEM GINI? KALO GW MIMPI KAYAK SEMALEM APA KABAR GW NANTI? Semoga nggak mimpi aneh-aneh, ya Tuhan.

Dara, you got me damn crazy!
and Daanish, you're the best femme villain ;)
and, that is the first I've saw a film with femme villain. No comment.

Cheers Folks. and thanks for reading whoever-whenever-wherever :)

Comments

Popular posts from this blog

About Macabre (part 2)

Hell of a Joyride